Kondisi Psikologis wanita dalam menghadapi premenopouse di jorong suayan tinggi nagari suayan
Gita martilova dengan nim 2617085 dengan judul penelitian "kondisi psikologis wanita dalam menghadapi premenopouse di jorong suayan tinggi nagari suayan", program studi bimbingan dan konseling, fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan, institut agama islam negeri (IAIN) Bukittinggi tahun 2021. Latar belakang penelitian ditemukannya fenomena di jorong suayan tinggi nagari suayan yang menunjukkan bahwa terdapat wanita premenopouse di usia 40-45 tahun mengalami keluhan dan merasa cemas akibat dari perubahan yang di alami, baik secara fisik maupun psikis. Di masa ini akan banyak sekali terjadi perubahan, dengan indikasi: mudah lelah, sering pelupa, mudah tersinggung, sulit tidur dan lain sebagainya. Tujuan yang telah dicapai yaitu kondisi psikologis dan cara mengatasi kecemasan yang di alami oleh wanita premenopouse di jorong suayan tinggi nagari suayan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan wawancara. Informan kunci dari penelitian adalah empat orang wanita premenopouse usia 40-45 tahun di jorong suayan tinggi nagari suayan. Informan pendukung empat empat orang anak dari wanita premenopouse. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik snowball sampling yaitu pengumpulan data dimulai dari beberapa orang yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sebagai sampel. Teknik yang digunakan dalam analisis data penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi, dan kesimpulan akhir. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikoligis wanita dalam menghadapi premenopouse di jorong suayan tinggi nagari suayan menunjukkan adanya kecemasan terhadap perubahan psikis. Perubahan psikis yaitu dari segi emosional. Ada yang merasakan ketika bekerja mudah lelah, sering lupa, merasa kurang sehat, mudah tersinggung, merasa cemas, sulit tidur. Cara mengatasi kecemasan yaitu dengan cara melakukan pembentukan reaksi, melakukan penyangkalan, proyeksi, fantasi, represi dan melakukan pembelaan.