Analisis Strategi Bank dalam Menekan Tingkat Non Performing Financing (NPF) pada Pembiayaan Murabahah (Ustman) di PT. BPRS Jam Gadang PERSERODA
Skripsi ini disusun oleh Fira Linadia, NIM 3322011 mahasiswa Program Studi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dengan judul “Analisis Strategi Bank Dalam Menekan Tingkat Non Performing Financing (Npf) Pada Pembiayaan Murabahah (Ustman) Di PT. BPRS Jam Gadang Perseroda”. Penelitian ini dilakukan karena rasio Non Performing Financing (NPF) dalam pembiayaan murabahah di PT. . BPRS Jam Gadang Perseroda semakin meningkat meskipun masih berada di bawah batas maksimal yang ditentukan oleh otoritas jasa keuangan (OJK). Kondisi itu menunjukkan betapa pentingnya menerapkan strategi yang baik agar kualitas pembiayaan tetap terjaga dan bank tetap stabil. Penelitian ini menerapkan teori strategi pengelolaan NPF yang mencakup strategi preventif(pencegahan), tindakan represif, dan penyelesaian masalah pembiayaan, serta didukung dengan studi tentang pembiayaan murabahah dan manajemen risiko di perbankan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data didapat dari wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pihak bank dan nasabah PT. BPRS Jam Gadang Perseroda. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPF terjadi karena faktor dari luar, seperti menurunnya kemampuan usaha nasabah dan sifat nasabah itu sendiri, serta faktor dari dalam berupa meningkatnya volume pembiayaan yang memerlukan pengawasan yang lebih ketat. Strategi yang digunakan oleh bank mencakup analisis pembiayaan berdasarkan standar operasional perusahaan, penerapan prinsip 5C, pelayanan jemput bola, pemantauan secara berkala, restrukturisasi pembiayaan, serta penggunaan akad qardhul hasan untuk nasabah yang memenuhi syarat. Kendala utama yang dihadapi adalah perubahan kondisi ekonomi, risiko moral, serta pembatasan dalam menggunakan teknologi. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi tersebut berhasil mempertahankan rasio NPF dalam kategori sehat dan membantu menjaga kelangsungan pembiayaan murabahah.