Analisis Pengendalian Kualitas Produk Dalam Menunjang Efektivitas Produksi (Studi Kasus: Pabrik Saus Sambal Jalan Parak Tingga, Garegeh, Kec. Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi)
Skripsi ini berjudul “Analisis Pengendalian Kualitas Produk Dalam Menunjang Efektivitas Produksi (Studi Kasus : Pabrik Saus Sambal Jalan Parak Tingga, Garegeh, Kec.Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi)” yang disusun oleh Nama Fadila Pratiwi Nim 3722219, jurusan S1 Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Pabrik Saus Sambal Jalan Parak Tingga Bukittinggi merupakan usaha industry kecil yang bergerak di bidang pengolahan makanan dan telah beroperasi sejak tahun 2004. Pabrik ini menghadapi beberapa permasalahan utama yaitu kenaikan harga bahan baku yang terjadi secara berkala, ketidaksesuian volume isi pada proses pengemasan, serta proses produksi yang masih dilakukan secara tradisional. Permasalahan tersebut berdampak pada meningkatnya produk cacat dari 350 lusin pada tahun 2024 menjadi 400 lusin pada tahun 2025, serta menurunnya pendapatan dari Rp 250.000.000 menjadi Rp 220.000.000. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produk dalam menunjang efektivitas produksi pada pabrik saus sambal Jalan Parak Tingga dalam perspektif bisnis Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri dari pemilik usaha yaitu Bapak Suroto dan karyawan pabrik. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari Redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian kualitas produk pada pabrik saus sambal belum berjalan secara optimal pada seluruh tahapan produksi. Berdasarkan analisis Statistical Process Control (SPC) ditemukan tiga jenis kesalahan produksi dengan total 118 bungkus dari total produksi 500 lusin perbulan. Kesalahan paling dominan berdasarkan diagram pareto adalah isi tidak sesuai takaran sebesar 84,7%, kemasan bocor 8,5%, dan kemasan rusak 6,8%. Analisis fishbone diagram menunjukkan bahwa faktor penyebab utama berasal dari faktor Man (kesalahan kerja, kurang teliti), Machine (mesin semi-manual, tidak dikalibrasi), Method (tidak ada SOP tertulis, pengecekan visual), dan Material (Harga bahan baku tidak stabil). Analisis Control Chart tidak dapat dilakukan secara kuantitatif karena pabrik tidak memiliki pencatatan data produksi secara berkala. Berdasarkan analisis Total Quality Management (TQM), penerapan empat prinsip yaitu fokus pada pelanggan, keterlibatan karyawan, perbaikan berkelanjutan, dan komitmen manajemen belum berjalan optimal karena keterbatasan modal dan belum adanya SOP tertulis. Efektivitas produksi belum tercapai secara optimal disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku yang tidak stabil, proses produksi masih tradisional, serta pengendalian kualitas pengemasan yang belum maksimal. Dalam perspektif Islam, kondisi ini perlu diperbaiki sesuai QS.Al-An’am ayat 152 tentang kewajiban menyempurnakan takaran serta prinsip Shidiq, Amanah, dan ‘Adalah dalam etika produksi Islam.