Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

FADHILA INDRIANI

1 karya publik ditemukan.

2026: 1

Makna Filosofis Arsitektur Masjid Godang Koto Nan Ampek sebagai Representasi Integrasi Adat dan Syarak di Minangkabau (Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Makna filosofis Arsitektur Masjid Godang Koto Nan Ampek sebagai Representasi Integrasi Adat dan Syarak Di Minangkabau (Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur)” yang disusun oleh Fadhila Indriani,NIM 4522001, Program Studi Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk arsitektur Masjid Godang Koto Nan Ampek serta memahami makna filosofis yang terkandung di dalamnya melalui pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teori hermeneutika Paul Ricoeur untuk memahami makna simbolik yang terdapat pada unsur-unsur arsitektur masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk arsitektur masjid memiliki keterkaitan yang erat dengan budaya Minangkabau dan nilai-nilai Islam. Bentuk atap gonjong, penggunaan material kayu, serta tata ruang bangunan mencerminkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Selain itu, setiap unsur arsitektur pada masjid memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan nilai spiritual, kebersamaan, dan identitas budaya masyarakat Minangkabau. Keberadaan masjid tradisional ini juga menjadi bukti bahwa integrasi adat dan syarak masih terjaga dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Masjid Godang Koto Nan Ampek tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai representasi nilai budaya, sejarah, dan filosofi masyarakat Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun.