Rancangan Media Pembelajaran berbasis videoscribe Alternatif pembelajaran Otodidak kelas XI di SMA N 2 Rambatan
ABSTRAK Dodo Fernando, NIM : 2514.150 dengan skripsi : Perancangan Media Pembelajaran Berbasis VideoScribe Sebagai Alternatif Pembelajaran Otodidak Pada Mata Pelajaran TIK Kelas XI di SMA N 2 Rambatan. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2018. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran BL-TIK (Bimbingan Lokal-Teknologi Informasi dan Komunikasi) di SMA N 2 Rambatan dalam satu lokal hanya ada satu jam pelajaran atau 45 menit dalam satu minggu. Dengan demikian guru mata pelajaran BL-TIK harus mampu memberdayakan waktu yang ada agar dapat digunakan secara efektif, sehingga guru memanfaatkan buku panduan TIK dalam proses pembelajaran. Namun penggunaan buku panduan saja masih belum mampu membantu pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran yang disampaian. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) model 4-D (four-D) yaitu define, design, develop dan disseminate. Model pengembangan multimedia yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model pengembangan multimedia versi Luther Sutopo yang terdiri dari enam tahap yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing dan distribution. Uji produk yang digunakan pada penelitian ini adalah uji validitas oleh pakar yaitu ahli media, ahli pendidikan dan ahli teknologi informasi, uji praktikalitas oleh guru kelas, dan uji efektifitas oleh peserta didik. Hasil dari penelitian media pembelajaran BL-TIK ini berupa media pembelajaran berbasis video animasi scribing dan media interaktif yang bisa digunakan oleh guru dan siswa secara mandiri pada mata pelajaran BL-TIK. Bentuk dari media pembelajaran ini berupa Compact Disc (CD) yang dapat dieksekusi tanpa memerlukan sistem lain untuk menjalankannya, sedangkan untuk uji produk validitas dari 4 orang expert diperoleh 0.912 nilai yang dinyatakan sangat valid, sedangkan untuk uji praktikalitas dari 1 orang expert diperoleh nilai 96,36 yang dinyatakan sangat praktis, dan untuk uji efektifitas dari 10 orang expert diperoleh nilai 0.84 yang dinyatakan sangat efektif. Diharapkan peneliti berikutnya dapat merancang media dengan materi lain dan dengan animasi yang lebih baik lagi.