ANALISIS DAMPAK KETERSEDIAAN DAGING SAPI IMPOR TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA PEDAGANG LOKAL DI PASAR TRADISIONAL IBUH KOTA PAYAKUMBUH MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
Skripsi ini berjudul “Analisis Dampak Ketersediaan Daging Sapi Impor Terhadap Keberlangsungan Usaha Pedagang Lokal Di Pasar Tradisional Ibuah Kota Payakumbuh Menurut Perspektif Ekonomi Islam”. Disusun oleh Divo Fitra Ramadhan Nim 3221091. Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi Angkatan 2021. Skripsi ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan daging sapi impor yang berdampak pada pedagang daging lokal di pasar tradisonal ibuh kota payakumbuh.Fenomena ini berpengaruh pada keberlangsungan usaha pedagang lokal yang menjual daging dengan harga lebih tinggi dari pada daging impor yang mengakibatkan menurunnya penjualan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ketersediaan daging sapi impor terhadap penjualan dan keberlangsungan usaha pedagang lokal. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji persaingan harga antara daging impor dan daging lokal dari perspektif keadilan dalam ekonomi Islam.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan 10 informan, yang meliputi pedagang lokal sebagai informan utama dan pedagang impor sebagai informan pendukung. Peneliti juga melakukan observasi langsung untuk memahami interaksi dan dinamika di lapangan. Selain itu, data sekunder diambil dari literatur akademis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak ketersediaan daging sapi impor menyebabkan penurunan penjualan pedagang daging lokal sebesar 17% hingga 64%. Hal ini disebabkan harga daging impor yang lebih murah, daya tahan yang lama,serta akses pasar yang luas.Pedagang lokal beradaptasi dengan lebih meningkatkan kualitas pelayanan yang ramah dan potongan harga kepada langganannya,mereka juga berharap adanya kebijakan atau campur tangan pemerintah seperti subsidi harga daging lokal atau pembatasan kuota impor untuk menciptakan keadilan pasar.Selain itu, dari persaingan harga menciptakan ketidakseimbangan pasar yang bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam dalam berdagang seperti keadilan ('adl), tanggung jawab sosial (maslahah),Prinsip keseimbangan (tawazun) dan akhlak(kejujuran) bagi pedagang lokal maupun pedagang daging impor.Peran hisbah dibutuhkan untuk mengawasi agar perdagangan berlangsung adil dan tidak merugikan pedagang kecil, serta mendorong kejujuran, dan keselarasan sesuai ekonomi Islam.