Pemahaman Hadis Tentang Baiat di Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kerinci
Divan Riskiandi Nim 4220001 dengan judul “Pemahaman Hadis Tentang Baiat di Lembaga Dakwah Islam Indonesia “, Jurusan S1 Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah, Perguruan Tinggi UIN Sjech Djamil Djambek Bukittinggi, penelitian ini difokuskan kepada Hadis-Hadis Nabi SAW, tentang baiat, bai’at adalah janji setia untuk taat, bersumpah kepada khalifah untuk mendengar dan taat kepadanya, baik dalam hal yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan, dalam keadaan mudah ataupun susah. Bai’at pertama yang dilakukan pada masa Rasulullah dilakukan secara rahasia di Aqabah, yang dilakukan oleh 12 laki-laki dan seorang perempuan, mereka mengatakan keinginannya untuk masuk islam, sekaligus mengajak nabi menuju yastrib untuk menyelamatkan negeri mereka dari tumpah darah peperangan untuk perpecahan selama 40 tahun. Kemudian Rasulullah menjelaskan dasar-dasar agama islam dan kemudian berbai’at untuk membuat janji setia dengan nabi dan menuruti apa yang di anjurkan oleh Rasulullah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan (Library Research), menggunakan metode tahlili, yang berguna untuk meneliti berbagai hadis yang menjelaskan tentang baiat dari berbagai periwayatan dan pemahaman dari beberapa periwayatan tersebut. Langkah pertama dalam penelitian ini adalah dengan menelusuri hadis yang berkaitan melalui kitab Mu’jam Mufahras Li Alfadzil Hadis, kemudian merujuk kepada kitab sumber, setelah ditemukan hadis yang terkait dalam kitab sumber, kemudian merujuk kepada kitab syarah pada setiap kitab sumber, untuk mengetahui bagaimana pemahaman dari berbagai penjelasan dari tema hadis yang sama. Hasil penelitian ini adalah bagaimana persamaan atau perbedaan pemahaman tentang hadis baiat, antara kitab syarah dari berbagai kitab sumber dengan pemahaman hadis baiat yang ada di Lembaga dakwah Islam Indonesia. Hadis yang diletiti dengan cara yang sederhana merupakan hadis yang shahih, dengan adanya penelitian sederhana mengenai kualitas hadis tersebut akan memudahkan untuk menemukan pemahaman dari kitab syarah yang ada. kemudian mengenai pemahaman hadis tentang baiat di LDII memiliki perbedaan pemahaman yang cukup signifikan dibandingkan dengan pemahaman dari berbagai pendapat yang ada dalam kitab syarah.