Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Pendapatan pada Hotel Fahira Syariah Kota Bukittinggi
Penelitian ini berjudul "Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Pendapatan pada Hotel Fahira Syariah Kota Bukittinggi" yang disusun oleh Dina Rahma Devina, NIM 3721091, Program Studi S1 Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh Hotel Fahira Syaria Kota Bukittinggi dalam upaya meningkatkan pendapatan. Dalam industri perhotelan, strategi pemasaran yang efektif sangat diperlukan untuk menarik lebih banyak tamu dan meningkatkan citra perusahaan. Adapun yang melatarbelakangi penulis tertarik untuk membuat skripsi ini didasarkan pada hasil pengematan dan wawancara awal yang penulis lakukan. Dimana Banyak sekali hotel yang tersedia di Kota Bukittinggi. Salah satunya hotel yang Fahira berbasis syariah, yang memenuhi kriteria mutlak yang berlaku bagi usaha Hotel Syariah, meliputi aspek produk, aspek pelayanan dan aspek pengelolaan. Hotel ini menyediakan fasilitas seperti petunjuk arah shalat, menu makanan halal, Mushalla, Al-Qur'an, dan beberapa jenis kamar. Lokasi Hotel Fahira Syariah ini sangat strategis yang memudahkan akses ke berbagai destinasi wisata utama seperti Jam Gadang, Benteng Fort De Kock, dan Lobang Jepang. Di balik fasilitas yang memadai tersebut, juga terdapat beberapa kendala yaitu mengenai standar pelayanan, jumlah kamar yang masih terbatas, persaingan schat dengan Hotel Konvensional, dan mengenai regulasi dan sertifikasi hotel tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Selain itu, analisis yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh hotel dalam menjalankan strategi pemasarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hotel menerapkan berbagai strategi pemasaran, seperti promosi melalui media sosial, kerjasama dengan agen wisata, serta penawaran diskon. Meskipun strategi ini cukup efektif dalam meningkatkan okupansi, tetapi juga terdapat beberapa tantangan seperti perubahan regulasi Pemerintah, dan perubahan daya beli.