An Analysis of Students’ Problem in Listening Comprehension in the Third Semester at UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
Penelitian ini didorong oleh kesulitan pemahaman mendengarkan yang dialami oleh siswa Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL), mengingat peran krusial mendengarkan dalam komunikasi. Mendengarkan merupakan salah satu dari empat keterampilan dasar dalam pembelajaran bahasa Inggris, bersama dengan berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan ini sering dianggap sebagai keterampilan terpenting yang harus dikembangkan terlebih dahulu oleh pembelajar, karena menjadi dasar bagi keterampilan bahasa lainnya, terutama berbicara. Namun, mendengarkan seringkali sulit bagi pembelajar EFL karena mereka harus memahami bahasa lisan secara real-time, yang merupakan tantangan yang cukup besar. Ketika mereka menemui kosakata yang tidak familiar, aksen yang berbeda, atau ucapan yang cepat, mereka mudah kehilangan jejak pesan, yang membuat pemahaman menjadi sulit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Informan dipilih menggunakan sampling purposif. Data penelitian diperoleh menggunakan teori mendengarkan Hamouda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa semester ketiga mengalami kesulitan signifikan dalam pemahaman mendengarkan, menjawab pertanyaan penelitian. Analisis mengidentifikasi beberapa jenis kesulitan dan mengkategorikannya sebagai berikut: materi mendengarkan, fitur linguistik, faktor pembicara, faktor pendengar, karakteristik psikologis, kesulitan berkonsentrasi, dan lingkungan fisik. Masalah terkait materi mendengarkan merupakan yang paling umum. Durasi audio yang panjang dan topik yang tidak familiar meningkatkan beban kognitif mahasiswa, menyebabkan mereka kehilangan konsentrasi dan kesulitan menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan latar belakang mereka. Akibatnya, hal ini menghambat pemahaman mereka secara keseluruhan.