Faktor-Faktor Penentu Penggunaan BSI Mobile Menggunakan Model Unified Theory Of Acceptance And Use Technology 2 (UTAUT 2) (Studi Kasus Pada Nasabah Bank Syariah Indonesia Wilayah Bukittinggi)
Skripsi dengan judul “Faktor-Faktor Penentu Penggunaan Bsi Mobile Menggunakan Model Unified Theory Of Acceptance And Use Technology 2 (UTAUT 2) (Studi Kasus Pada Nasabah Bank Syariah Indonesia Wilayah Bukittinggi)”. Disusun oleh Della Suhanda Putri nim 3321027 Program Studi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Perkembangan teknologi informasi yang pesat mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk perbankan. Bank Syariah Indonesia (BSI) merespons tren ini dengan menghadirkan layanan BSI Mobile sebagai bentuk digitalisasi perbankan syariah. Namun, dari total 19,2 juta nasabah BSI, hanya sekitar 6,3 juta yang tercatat menggunakan layanan mobile banking tersebut. Rendahnya tingkat adopsi ini menunjukkan perlunya pemahaman lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan BSI Mobile. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penentu penggunaan BSI Mobile dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2), yang terdiri dari variabel Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Facilitating Conditions, Hedonic Motivation, Price Value, dan Habit, serta dua variabel dependen yaitu Behavioral Intention dan Behavioral Usage. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei terhadap 100 responden pengguna BSI Mobile di wilayah Bukittinggi. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expentancy, social influence, habit berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention yang pada gilirannya berpengaruh secara signifikan terhadap behavioral usage untuk menggunakan BSI Mobile. Sementara untuk Facilitating condition dan habit berpengaruh secara signifikan terhadap behavioral usage. Untuk effort expentancy, facilitating conditions, hedonic motivation, price value tidak berpengaruh secara signifikan terhadap behavioral intention dan behavioral usage. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak perbankan dalam meningkatkan strategi digitalisasi layanan yang lebih efektif dan efisien, khususnya pada perbankan syariah.