Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

DARMA NASUTION

1 karya publik ditemukan.

2025: 1

Pemaknaan Terhadap Ayat Perlindungan Bencana Dalam Tradisi Tolak Bala Di Desa Simangalam Sumatera Utara (Studi Living Quran)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Darma Nasution, NIM 412101 Judul Skripsi: Pemaknaan Terhadap Ayat Perlindungan Bencana dalam Tradisi Tolak Bala di Desa Simangalam, Sumatera Utara (Studi Living Quran), Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah,Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Kajian ini berawal dari realitas masih eksisnya ritual tolak bala dalam komunitas Desa Simangalam, yang memanfaatkan teks-teks Al-Qur'an sebagai medium permohonan perlindungan dari berbagai bentuk malapetaka. Fenomena sosial-keagamaan ini layak dikaji secara akademis karena merefleksikan proses dinamis dimana nilai-nilai Al-Qur'an diaktualisasikan dan berinteraksi dalam ruang sosial masyarakat, sekaligus menampilkan titik temu yang harmonis antara tradisi lokal dan nilai-nilai universal Islam. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi format pelaksanaan ritual tolak bala di Desa Simangalam; (2) Menganalisis konstruksi pemaknaan komunitas terhadap ayat-ayat perlindungan yang digunakan dalam tradisi tersebut; serta (3) Menelaah korelasinya dengan diskursus Living Quran. Secara metodologis, studi ini menggunakan kerangka kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci (tokoh agama, tokoh adat, dan partisipan masyarakat), serta studi dokumentasi terhadap aktivitas ritual tolak bala yang berlangsung secara komunal. Hasil investigasi lapangan mengungkap bahwa tradisi tolak bala dipahami masyarakat sebagai bentuk ikhtiar spiritual kolektif untuk menggapai perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT. Ayat-ayat yang digunakan (termasuk Ayat Kursi, Surah Yasin, dan rangkaian Surah Al-Mu'awwidzat) dipersepsikan bukan sebagai benda magis, melainkan sebagai instrumen spiritual yang menghadirkan ketenangan psikologis dan penguatan imani. Esensi ritual ini terletak pada aktualisasi nilai-nilai tauhid dan praktik doa komunal, yang sekaligus berfungsi sebagai perekat kohesi sosial dan semangat gotong royong. Temuan ini membuktikan bahwa praktik tersebut merupakan ekspresi otentik dari Living Quran, dimana teks suci tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam konteks sosiokultural yang