Konsep Tauhid Perspektif Mufassir Nusantara (Studi komparatif Tafsir Al-Misbah Quraish Shihab dan Tafsir Al-Azhar Buya Hamka)
ABSTRAK Dara Ramadhani, Nim 4118072, judul skripsi tentang “Konsep Tauhid Perspektif Mufassir Nusantara (Studi Komparatif Tafsir Al-Misbah Quraish Shihab dan Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka)”. Al-Qur’an merupakan pegangan utama umat Islam dalam perihal ibadah serta hidup bermasyarakat. Dari keseluruhan isi Al-Qur’an itu, pada dasarnya mengandung 3 pesan. Salah satu diantaranya yang paling penting adalah masalah tauhid, dikarenakan tauhid merupakan suatu hal yang paling pokok. Dalam Islam sekiranya seseorang beribadah tanpa mengetahui siap yang ia sembah maka ibadahnya akan sia-sia semata. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research), yang mana penelitian ini memanfaatkan kajian tertulis sebagai rujukan utama dalam melakukan penelitian serta membatasi kajian terhadap riset-riset lapangan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode muqarran (perbandingan atau komparasi). Penafsiran melalui metode muqarran ini diterapakan pada beberapa ruang lingkup. Namun yang peneliti pakai ialah komparasi antar pendapat mufassir. Berdasarkan dari hasil penelitian, dalam menafsirkan ayat tentang tauhid yang peneliti pilih dalam dua kitab tafsir tersebut. Maka peneliti menemukan dua hal yakni perbedaan dan persamaan kedua mufassir. Persamaan; Dalam menafsirkan surat Al-Ikhlas 1-4, Asy-Syuraa 11, Al-A’raf 172, Buya Hamka dan Quraish Shihab sepakat bahwa tauhid yang membahas tentang keEsaan Allah swt adalah suatu hal yang pokok sebagai landasan dalam beribadah. Perbedaan; Adapun perbedaan keduanya dalam menafsirkan hanya terbatas pada metode dan model interpretasi keduanya dalam menafsirkan. Kata Kunci: Konsep Tauhid, Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Azhar