Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

BUYUNG

5 karya publik ditemukan.

2023: 12021: 12018: 12017: 2

Kepemimpinan Perempuan di Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang Era Revolusi Industri 4.0

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini atas nama Buyung, NIM 10221012 Manajemen Pendidikan Islam S2 UIN Bukittinggi yang berjudul “Kepemimpinan Perempuan di Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang Era Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini dilatar belakangi bahwa golongan konservatif menilai perempuan hanya bisa berperan sebagai ibu rumah tangga, mendidik anak, melayani suami dan tidak boleh memiliki aktifitas diluar rumah. Namun seiring dengan berjalannya waktu bahwa Islam memberikan ruang kepada perempuan untuk memberikan kontribusinya dalam memajukan pendidikan Islam atau pondok pesantren serta memberikan peluang kepada perempuan dalam menjadi pimpinan di lembaga pendidikan pondok pesantren, seperti kepemimpinan Dr. Derliana. MA Mudir Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, beliau merupakan sosok pimpinan pondok era revolusi industri 4.0. Dari data survei Dr. Derliana, MA merupakan satu-satunya perempuan dalam kepemimpinan pondok pesantren Kauman yang membawa perkembangan dan kemajuan dari segala aspek terutama dalam integrasi keilmuan pondok dengan teknologi. Menurut data Pimpinan Wilayah Muhammdiyah (PWM) Sumatera Barat bahwa ada delapan pondok pesantren dibawah binaan Muhammadiyah, Dr. Derliana, MA merupakan satu-satunya pimpinan perempuan di Pondok pesantren dan merupakan pimpinan yang memiliki segudang prestasi bukan hanya secara nasional melainkan internasional. Pertanyaan penelitian dalam tesis ini adalah bagaimana gaya dan strategi kepemimipinan perempuan dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu pondok pesantren era revolusi industri 4.0 serta bagaimana upaya yang dilakukan pimpinan pondok dalam menjalin hubungan dengan masyarakat, wali santri dan tokoh agama Muhammadiyah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya dan strategi sosok perempuan dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan di pondok pesantren serta bagaimana upaya pimpinan perempuan dalam menjalin hubungan dengan dunia luar pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi lapangan dengan metode desktriptif analisis. Sumber data dalam penelitian ini yaitu pimpinan pondok (Umi Derliana) sebagai infoman utama dan wakil pimpinan, ustadz/ustadzah, santri, wali santri pengurus Muhammadiyah, warga dan tokoh Muhammadiyah sebagai informan pendukung. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Lalu menganalisis data dengan mereduksi,mendisplay dan memverifikasi data. Serta menguji keabsahan data melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfimabilitas data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan perempuan Umi Derliana dalam mengembangkan pondok pesantren menerapkan gaya demokratis yang terlihat dari sosok beliau yang mudah bergaul, berbaur, kerja sama, musyawarah, rendah hati, memberikan ruang kepada bawahannya untuk memberikan kritik, saran dan inovasi. Menganggap bawahan sebagai mitra, menjabat selama dua periode dan satu-satunya pimpinan perempuan dalam sejarah Kauman. Kedua gaya otoriter, lahir dari sifat kewanitaanya mengahadapi suatu keadaan sesuai situasi dan kondisi, kemudian gaya visioner yang memiliki tujuan perubahan, pekerja keras, gigih, disiplin tinggi serta suka melakukan inovasi-inovasi yang luar biasa untuk memajukan pondok pesantren. Adapun strategi-strategi Umi Derliana dalam meningkatkan mutu pendidikan pondok pesantren adalah melakukan pelatihan luar negeri, melakukan kerja sama baik dalam negeri maupun luar negeri, merekrut guru yang berlatar belakang tamatan pondok dan paham teknologi, melengkapi berbagai sarana dan prasarana yang mendukung, mencukupi kesejahteraan guru (honorer, guru kontrak dan guru tetap), menjalankan 30 program ekstrakurikuler dan mengelola UEK (Unit Ekonomi Kreatif). Sedangkan yang dilakukan Umi Derliana dalam menjalin hubungan dengan dunia luar yaitu hubungan internal: Pendidik dan tenaga kependidikan, santri, PDM dan PWM. Eksternal: orang tua santri, warga dan tokoh Muhammadiyah. Instansi pemerintahan: Pemerintah Kota dan MEN-LHK. Serta hubungan kerja sama dalam negeri dan hubungan kerja sama luar negeri.

PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PENTINGNYA PENDIDIKAN TINGGI BAGI ANAKNYA DI DUSUN V DESA BATANG TUMU KECAMATAN MANDAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini atas nama Buyung, NIM. 2117134, yang berjudul “Persepsi Orang Tua Tentang Pentingnya Pendidikan Tinggi Bagi Anaknya Di Dusun V Desa Batang Tumu Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir”. Maksud judul ini adalah penelitian yang menjelaskan Bagaimana persepsi orang tua tentang pentingnya pendidikan tinggi bagi anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi orang tua tentang pentingnya pendidikan tinggi bagi anaknya di Dusun V Desa Batang Tumu. Dan kegunaan penelitian ini untuk memberikan masukan keilmuan dan pengetahuan kepada orang tua atau masyarakat tentang pentingnya pendidikan tinggi.Penelitian ini dilatar belakangi bahwa orang tua lebih senang anaknya bekerja saja dari pada kuliah di pendidikan tinggi, orang tua menganggap kuliah di pendidikan tinggi hanya menghabiskan biaya saja dan membuang-buang waktu, ketakutan orang tua jika anaknya kuliah berhenti di tengah jalan disebabkan kurang biaya, banyaknya anak yang tamat SMA/sederajat yang menganggur. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yaitu menggambarkan suatu fenomena yang terjadi sesuai dengan data yang ada di lapangan. Peneliti melakukan penelitian di Dusun V Desa Batang Tumu Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir, dengan informan kunci yaitu orang tua sebanyak 11 orang dan informan pendukung yaitu anak sebanyak 6 orang, Kepala dusun, dan tokoh agama. Dengan melalui observasi, wawancara, serta mendeskripsikan dan menganalisa fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual, maupun kelompok Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi orang tua beragam-ragam. Ada yang menganggap pendidikan tinggi itu bagus, baik dan tempat untuk mencapai cita-cita anak, ada orang tua yang tidak mau memasukkannya ke pendidikan tinggi karena terkendala biaya dan ditakuti berhenti di pertengahan jalan. Ada juga orang tua berpendapat dan berpandangan bahwa pendidikan tinggi atau kuliah kurang penting karena tidak perlu lagi kuliah yang ujungnya juga mencari kerja dan lebih baik selesai SMA langsung kerja saja. Selanjutnya orang tua menganggap kurang penting karena anaknya di fokuskan untuk mendalami ilmu agama, dan ilmu agama tersebut bisa diperoleh dari pondok pesantren tanpa harus melanjutkan ke pendidikan tinggi atau kuliah. Kata Kunci : Perspsi Orang Tua, Pendidikan Tinggi