Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

APRIDA YANTI

1 karya publik ditemukan.

2022: 1

Hambatan Komunikasi Antarbudaya dalam Menjalin Kerukunan Antar Etnis ( Masyarakat Batak Toba dan masyarakat Minangkabau di Nagari Panti Kabupaten Pasaman)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini atas nama Aprida Yanti, NIM 4318071, yang berjudul “Hambatan Komunikasi Antarbudaya Dalam Menjalin Kerukunan Antar Etnis (Masyarakat Batak Toba Dan Masyarakat Minangkabau Di Nagari Panti Kabupaten Pasaman)” , Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi, 2022. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa masyarakat memiliki identitas dan kebudayaan tersendiri yang sangat unik, yang mana masyarakat Batak Toba dan masyarakat Minangkabau cenderung menggunakan bahasa masing-masing pada saat berkomunikasi sehingga sebagian masyarakat Batal Toba dan masyarakat Minangkabau sulit memahami bahasa masing-masing sehingga menimbulkan berbagai hambatan mulai dari hambatan bahasa, hambatan stereotype, serta hambatan jarak sosial. Jenis penelitan ini merupakan penelitian yang bersifat lapangan dengan pendekatan kualitatif yaitu mengungkap, melihat, menggambarkan apa adanya tentang suatu keadaan. Dalam penelitian ini penulis menggambarkan hambatan komunikasi antarbudaya dalam menjalin kerukunan antar etnis pada masyarakat Batak Toba dan masyarakat Minangkabau di Nagari Panti, Kabupaten Pasaman. Adapun teknik yang dilakukan dalam mengumpulkan data penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan informasi yang berkaitan dengan hambatan komunikasi antarbudaya masyarakat Batak Toba dan masyarakat Minangkabau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan komunikasi antarbudaya dalam menjalin kerukunan antar etnis masyarakat Batak Toba dan masyarakat Minangkabau di Nagari Panti, Kabupaten Pasaman sudah cukup baik, akan tetapi masih terdapat hambatan komunikasi anatarbudaya diantaranya bahasa yakni adanya kesalahpahaman dalam mengartikan sebuah pesan akibat bahasa yang digunakan, stereotype yakni masih banyaknya masyarakat Batak Toba menilai buruk masyarakat Minangkabau begitu jga sebaliknya masyarakat Minangkabau menilai buruk masyarakat Batak Toba, serta jarak sosial yakni perasaan untuk memisahkan seseorang atau kelompok tertentu berdasarkan tingkat penerimaan seseorang terhadap orang lain seperti kesediaan setiap anggota masing-masing etnis menerima etnis lain menjadikan sebagai pasangan hidup, teman satu pemukiman, rekan seorganisasi. Kata kunci : Hambatan Komunikasi Antarbudaya, Masyarakat Batak Toba Dan Masyarakat Minangkabau