Pengaruh Perkembangan Pasar Modal Syariah Dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi indonesia Pada Tahun 2021-2024
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perkembangan pasar modal syariah dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2021–2024. Dimana Perkembangan pasar modal syariah direpresentasikan oleh pasar saham syariah yang tergabung dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), dan secara kuantitatif diukur menggunakan kapitalisasi pasar saham syariah. Sementara itu, inflasi diukur berdasarkan tingkat inflasi tahunan, dan pertumbuhan ekonomi diukur melalui laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil. Penelitian ini penting untuk mengkaji peran pasar modal syariah dan kondisi makroekonomi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data time series tahunan periode 2021–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, baik secara parsial maupun simultan. Sebelum dilakukan analisis inferensial, data diuji melalui uji pra-test untuk memastikan terpenuhinya asumsi Ordinary Least Squares (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISSI/kapitalisasi pasar saham syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan tingkat signifikansi sebesar (Sig. = 0,002 0,05). Inflasi juga menunjukkan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan tingkat signifikansi sebesar (Sig. = 0,000 0,05). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa ISSI dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai F-hitung sebesar (F = 22,421) dan nilai signifikansi (Sig. = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar (0,775) menunjukkan bahwa sebesar (77,5%) variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh ISSI dan inflasi, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Kata Kunci: Kapitalisasi Pasar Saham Syariah; Inflasi; Pertumbuhan Ekonomi Indonesia